Bagi bisnis yang mulai menjual barang ke luar negeri, istilah DAP dan DDP sering muncul dalam pembicaraan mengenai pengiriman internasional.


Keduanya merupakan bagian dari Incoterms, aturan perdagangan internasional yang membantu menentukan pembagian tanggung jawab, biaya, dan risiko antara penjual dan pembeli.


Perbedaan penting DAP dan DDP terdapat pada proses import customs clearance.


Pada DAP atau Delivered at Place, penjual mengatur pengiriman sampai ke tempat tujuan yang telah disepakati, tetapi pembeli bertanggung jawab atas proses dan biaya import clearance.


Pada DDP atau Delivered Duty Paid, tanggung jawab import clearance berada pada pihak penjual.

Infografis DAP vs DDP, oleh Eve Cargo

Infografis DAP vs DDP, oleh Eve Cargo


Contoh sederhana:
Anda menjual produk dari Indonesia kepada buyer di negara lain.
Dengan DAP, buyer perlu menangani kewajiban impor di negara tujuan.
Dengan DDP, seller mengambil tanggung jawab yang jauh lebih besar sampai proses impor di destination.


Pemilihan metode sebaiknya ditentukan sejak awal transaksi agar seller dan buyer memahami siapa yang menangani biaya dan kewajiban pada setiap tahap.

Bingung menentukan skema pengiriman internasional untuk bisnis Anda? EVE Cargo siap membantu Anda memilih solusi yang sesuai.